sedikit sebuah cerita, yah… mencintai wanita yang lebih tua
dari saya, tapi orang tua nya tidak menyetujui lantaran karna umur saya lebih
muda dan belum mapan, tapi saya yakinkan hatiku untuk tulus mencintai anaknya,
akan tetapi aku tersingkirkan dengan seorang lelaki yang sama umur
dengan anaknya, mempunyai martabat mapan dan mempunyai banyak uang,
Aku tak pantang menyerah, meski aku lebih muda dan belum
mempunyai apa-apa, aku akan selalu hadir disituasi disaat kau butuhkan,
terkadang telintas diselang waktu santaiku tentang hubungan yang rumit ini dan
aku merasa tersingkirkan oleh lelaki yang mapan dan mempunyai segalanya untuk
wanita yang kucintai, aku tetap konsisten dengan perasaanku meski aku harus
tersingkirkan setidaknya niat tulusku mencintainya tidak akan pudar, analogiku
meyakinkanku meski orang tuanya lebih memilih lelaki yang sama umur dengan anak
wanitanya dan mampan serta mempunyai apa-apa, semua itu bisa hilang kapan saja,
karena ku yakin harta bukan segalanya dan perasaan tidak bisa diganti dengan
materi karena tak mungkin wanita yang kucintai sehina itu.
Aku akan pergi sejenak, untuk menggais rezeki dari kerja
kerasku sendiri tanpa mengandalkan harta orang tua dan aku akan kembali untuk
menyambut tanganmu berdiri dan hidup bersamaku,seandainya waktuku telat untuk
kembali dan kau bersama dengan lelaki itu, kan ku selipkan restuku untuk kau
bersamanya dan rindu ini akan selalu menyelimutiku, akan kuhembuskan bersama angin,semoga
kau merasakan rindu yang aku rasakan
Nilai yang harus diambil ;
-jangan patah semamgat ditengah situasi rumit
-jangan menukar perasaan sendiri dengan materi dll